Guci Diduga Peninggalan Kerajaan Melayu Ditemukan Warga

Kamis, 01 Februari 2018 - 21:51:03


Warga ketika mengali guci diduga peninggalan kerajaan melayu.
Warga ketika mengali guci diduga peninggalan kerajaan melayu. /

radarjambi.co.id-MUAROJAMBI-Warga Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, dibuat heboh.
    Pasalnya ada warga setempat menemukan barang antik berupa guci atau tempayan kuno yang diduga dari Kerajaan Melayu.
    Paino (48), yang pertama kali menemukannya. Mulanya,  Paino pergi ke kebun miliknya untuk bercocok tanam di RT 01, Kasang Lopak Alai, Lorong Anturengas, tepatnya di pinggir hutan larangan.
    Saat akan menggali tanah, tiba-tiba cangkul di tangannya membentur sebuah benda keras.
    Saat dilihat, Paino terkejut melihat sebuah benda mirip guci.
    Selanjutnya, guci yang berukuran  cukup besar dibiarkan saja di dalam tanah. Dia khawatir bisa merusak guci bila tetap digali.
    “Diduga guci tersebut merupakan peninggalan zaman Kerajaan Melayu Jambi. Diperkirakan mempunyai tinggi kurang lebih satu meter,” ungkap Paino, Kamis (1/2/2018).
    Sejak itu, kabar penemuan benda kuno oleh Paino langsung menyebar ke telinga warga.
    Tak ayal, warga yang penasaran berbondong- bondong ingin melihat wujud guci dari dekat yang terbuat dari tanah liat.
    Sementara, Ismail (84) tokoh masyarakat setempat, mengaku di daerah sekitar sering ditemukan benda-benda seperti piring, mangkuk terbuat dari bahan tanah liat.
    “Awalnya saya pernah dimimpikan bahwa di tempat ini ada benda-benda bersejarahnya. Eh… ternyata mimpi saya memang benar,” jelas Ismail.
    Dia juga menjelaskan, bahwa leluhurnya pernah menceritakan bahwa daerah ini dulunya adalah sebuah kerajaan kecil di bawah naungan kerajaan Melayu Jambi yang dipimpin Datuk Jahal.
    Sedangkan makamnya berada di tengah hutan larangan .
    “Nenek saya juga mendapat cerita dari buyut saya dan sesepuh lainnya di sini. Bahwa di lingkungan ini sebetulnya banyak benda-benda bersejarah, tidak tahu berasal dari mana sebelumnya,” tutur Ismail.
    Yang jelas, imbuhnya, benda peninggalan zaman dahulu banyak terbuat dari tanah liat mirip dengan batu-batu yang ada di Candi Muarojambi.
    Sedangkan warga lain, Heri (40) mengaku heran dengan penemuan benda bersejarah di wilayahnya.
    “Saya heran aja melihat di tempat seperti ini kok ada barang-barang peninggalan yang mempunyai nilai sejarah,” katanya.
    Dengan ditemukannya benda purbakala tersebut, dia berharap ada dinas terkait yang mau meneliti asal usulnya sehingga rahasia tempat ini bisa terungkap.
    Meski begitu, hingga kini benda berbentuk guci tersebut masih berada di dalam permukaan tanah. Warga takut menggalinya, khawatir bisa merusak peninggalan benda bersejarah tersebut.

 

Reporter : Ansoy

Editor : Ansory