Warga Muaro Tabir Sambut Syafril Nursal Dengan Kesenian Kuda Lumping

Jumat, 30 Oktober 2020 - 16:21:23


/

radarjambi.co.id-JAMBI - Setelah blusukan di Pasar Bangko dan Pasar Margo Kabupaten Merangin, calon wakil gubernur Jambi nomor urut dua, Syafril Nursal kembali melanjutkan safari politiknya.

Kali ini pasangan Fachrori Umar ini menyisir Kecamatan Margo Tabir, Kabupaten Merangin, Jumat (30/10/2020).

Kedatangan Mantan Kapolda Sulawesi Tengah ini beserta rombongan disambut hangat dan antusias oleh masyarakat setempat, ini dibuktikan dengan dilakukan berbagai pertunjukan yang dilakukan oleh masyarakat setempat, termasuk mampilkan kesenian Kuda Lumping oleh Paguyuban Seni Kuda Kepang Turonggo Sekti.

Atas penyambutan yang luar biasa itu, Mantan Kapolda Sulawesi Tengah ini merasa sangat terharu. Apalagi kesenian kuda lumping sudah tak asing bagi Syafril, ia mengaku sangat senang dengan kesenian khas dari Jawa Timur tersebut.

Sebab Syafril cukup lama bertugas di Jawa Timur dan bisa berbahasa Jawa, ia tercatat beberapa kali memegang tongkat komando seperti menjadi Kapolres Lumajang (2002) dan Kapolres Jember (2005).

Menyaksikan pertunjukan kesenian itu, kata Syafril, serasa kembali ke Jawa Timur.

"Saya senang sekali hari ini, rasanya saya seperti datang ke Jawa timur lagi nih. Saya dulu lama di Jawa timur, tadi melihat kuda lumping ya, alhamdulillah terima kasih," ujar Syafril.

Ia menegaskan, kebudayaan itu harus dipelihara di manapun berada, karena kebudayaan adalah suatu kekayaan dan keindahan yang dimiliki bangsa kita.

Apalagi bangsa kita kaya akan berbagai macam kesenian dari berbagai daerah.

Menurut Syafril Nursal, jika nanti Pasangan Fachrori Umar-Syafril Nursal terpilih, maka ia akan mengembangkan kebudayaan lagi sesuai dengan visi misi Jambi Berkah.

"Sebab ini kalau tidak kita pelihara nanti akan habis, akan punah. Anak cucu kita nanti tidak mengenal lagi budaya kita, maka saya mengimbau kepada anak-anak muda tidak usah malu-malu ya, tidak usah ragu-ragu, setiap ada kegiatan bikinlah dengan budaya-budaya kita itu," ujarnya. (rvi/akd)