Identitas Mayat Perempuan Yang Ditemukan di Semak Terungkap, Tidak Suka Pakai Celana Dalam

Senin, 20 September 2021 - 22:15:28


Petugas mengevakuasi jenazah
Petugas mengevakuasi jenazah /

Radarjambi.co.id-TANJABARAT-Teka-teki mengenai identitas mayat perempuan yang ditemukan warga di belakang perumahan BTN Pelangi Jabung Raya Asri RT 08, Kelurahan Patunas, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjab Barat pada Senin (20/9/21) pagi terungkap.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Muharman Arta membeberkan, setelah dilakukan Visum et Repertum (VeR) dan berdasarkan keterangan saksi atas nama Azwan, mayat perempuan tersebut terindentifikasi bernama Becek binti Bedu Jabar (62).

"Alamatnya di Jalan Panglima H Saman, RT 009, Kelurahan Tungkal III, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjab Barat," ujar Kapolres, Senin (20/9/21).

Sebelumnya menurut Kapolres, Becek memang sering pergi dari rumah dan tidak pulang. Korban juga pikun dan terakhir pergi hari Kamis lalu, serta tidak pulang sampai hari ini.

"Jika keluar dan pergi dari rumah, korban tidak memakai sendal. Hal itu sesuai dengan kondisi korban pada saat ditemukan yang tidak memakai sendal. Sendalnya berada didalam plastik di samping tubuh korban," jelasnya.

AKBP Muharman Arta menerangkan jika korban tidak suka memakai celana dalam jika berada di rumah maupun saat pergi keluar rumah.

"Saksi lain juga mengatakan pernah melihat Becek mengenakan pakaian yang sama dengan pakaian yang dipakai pada saat korban ditemukan," ucapnya.

Ditambahkannya, berdasarkan hasil Visum dr. David, yang merupakan dokter jaga IGD RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal menerangkan mayat perempuan sudah tidak utuh lagi, pada saat dilakukan VeR kondisi mayat kaku.

"Tengkorak sudah terekspose (kulit wajah sudah rusak, red), diperkirakan meninggal sejak 4 hari sampai dengan dua minggu, melihat kondisi mayat yang sudah rusak," imbuhnya.

Pada bagian kepala dan leher, lanjutnya, terdapat lubang sebelah kanan. Ada rongga dada terbuka pada bagian belakang (punggung) sebelah kanan, perut membesar, kemaluan sudah dipenuhi belatung, dubur membesar atau bengkak dan kulit kaki sebelah kiri terkelupas, terdapat lebam di kedua kaki warna hitam.

"Kalau luka tidak ada, dengan kondisi tubuh korban sudah rusak atau tidak utuh, untuk sementara tidak ditemukan bekas tanda-tanda kekerasan," jelasnya.

Pihak keluarga, ujar Kapolres, sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap korban dengan telah dibuatkannya surat pernyataan.

"Pukul 16.00 WIB tadi jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

Diketahui, jasad korban ditemukan pertama kali oleh warga bernama Suripto.Saat itu Suripto jalan pagi setelah melaksanakan sholat subuh disekitar perumahan BTN, ketika sampai di ujung jalan perumahan di sekitaran semak, ia melihat seperti ada bangkai. Setelah dia amati, ternyata sesosok mayat manusia.

Suripto kemudian langsung melaporkan kepada personel Sat Reskrim AIPTU Agustinus Hendro yang kebetulan juga bertempat tinggal dilokasi.

Polisi yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi bersama tim Polres Tanjab Barat dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). (ken/akd)