Gaya Belajar ala Gen Z

Rabu, 20 Juli 2022 - 22:29:30


Khaisya Leonita Nasiqin,
Khaisya Leonita Nasiqin, /

Seperti yang kita ketahui, generasi Z atau biasa disebut Gen Z adalah generasi muda yang tumbuh di era digital. Semua hal dapat dilakukan melalui gawai tanpa harus berpindah tempat ke sana-kemari.

Hal ini sangatlah mempermudah kita untuk melakukan sesuatu, terlebih lagi dalam belajar. Belajar dengan mengandalkan teknologi dan internet saat ini adalah hal yang sangat efisien.

Selain efisien, pemanfaatan internet juga efektif dalam penyampaian materi lewat media sosial.

Media belajar mengalami perubahan di setiap generasinya. Di era digital ini, sumber pembelajaran bukan hanya dari buku saja, melainkan kita dapat menemukannya lewat perangkat teknologi seperti smartphone atau laptop.

Alat yang sering digunakan gen Z ini dapat mendukung proses belajar. Kita dapat mengambil contohnya lewat media sosial YouTube, Twitter, Instagram, TikTok, Facebook, e-book, bahkan koran digital.

Mereka cenderung menggunakan media sosial karena lebih mudah dijangkau oleh anak zaman sekarang. Hal yang dibagikan juga beragam topik dan bahasannya.

Meski sering kali dicap sebagai generasi pemalas dan kurang bisa memahami suatu hal dengan cepat, hal itu mungkin karena tiap orang punya cara dan gaya belajarnya masing-masing.

Cara pemahaman mereka terhadap sesuatu itu berbeda satu sama lain. Gen Z dengan segala kemudahannya mengakses internet, malah membuat gaya belajar mereka dan daya tangkap mereka terhadap sesuatu menjadi lebih efisien.

Salah satu contohnya ialah Multitasking. Gaya belajar ini sangatlah efisien, karena seperti peribahasa 'Sambil menyelam minum air' yang berarti kita dapat bekerja untuk mencapai suatu tujuan, tetapi dalam mencapai tujuannya kita juga dapat menyelesaikan banyak hal lain.

Dengan melakukan multitasking kita dapat melakukan banyak tugas dalam waktu yang bersamaan.

Menurut studi yang dilakukan oleh Lenovo, Gen Z terbiasa menggunakan messaging application sembari meeting, membalas e-mail saat sedang menyusun satu dokumen, dan bahkan membuka lebih dari satu aplikasi dan browser saat sedang bekerja. (mengutip dari itworks.id)

Dengan melakukan multitasking, individu cenderung memiliki tingkat kreativitas yang tinggi. Namun, di satu sisi hal ini juga tidak disarankan. Tekanan ketika melakukan multitasking dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kelelahan.

Fisik dan otak kita dipaksa untuk menerima beberapa informasi sekaligus dalam waktu yang bersamaan sehingga hal itu tidak baik untuk kesehatan. Contohnya adalah menurunnya fokus dan konsentrasi individu.

Di era digital ini, teknologi menjadi lebih canggih sehingga muncul metode baru dalam belajar.

Dengan adanya hal tersebut, diharapkan bahwa tiap individu, tidak hanya Gen Z, namun semua orang, dapat memanfaatkan teknologi dengan baik. Jangan sampai kita kebergantungan dengan internet sehingga gaya belajar kita berubah menjadi tidak efektif dan efisien.(*)


Penulis: Khaisya Leonita Nasiqin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.