Vidio Pembelajaran Untuk memahami Belajar Bahasa Inggris

Selasa, 19 Juli 2022 - 20:43:57


Mayla Isna fadia
Mayla Isna fadia /

Dewasa ini, sejak adanya virus covid-19 di Wuhan, cina yang mewabah di Indonesia pada tahun 2020 silam dan sampai saat ini kasus tersebut dinyatakan berkurang dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah memberi kelonggaran dalam memakai masker karena adanya kasus covid 19.

Jokowi menyatakan kelonggaran memakai masker tersebut dalam konferensi pers yang diadakan di Istana kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/5/2022).

Jokowi menekankan pada masyarakat kategori rentan atau lanjut usia untuk tetap memakai masker dan masyarakat yang berada di dalam sebuah ruangan. (Chandra asmara, cnbc Indonesia,17 may 2022).

Dengan adanya kasus covid yang terjadi selama kurang lebih 2 tahun yang menyebabkan sekolahan ditutup dan diadakan secara daring atau online membuat para siswa sedikit merasa bingung tentang pembelajaran yang diberikan oleh sang guru melalui whatsapp atau via google meet.

Mereka yang kurang paham dengan adanya sebuah materi tidak dapat menanyakan secara langsung karena adanya pembatasan tatap muka antara sang guru dan murid.

Meskipun guru sudah memberikan materi berupa tulisan atau ringkasan seringkali mereka sebagai para murid malas untuk membaca dan lebih memilih untuk menonton video di Youtube atau di aplikasi Ruang Guru karena budaya literasi saat ini sangatlah rendah terutama di negara Indonesia.

Namun, tahukah anda bahwa saat ini teknologi semakin berkembang dan semakin maju apapun dapat diakses hanya dengan kedipan mata.

Apapun yang mereka inginkan dapat mereka lakukan seperti halnya belanja saat ini mereka tidak perlu jauh jauh untuk mengunjungi sebuah supermarket karena saat ini mereka dapat melakukannya hanya dengan meng klik sebuah barang yang mereka inginkan dalam sebuah aplikasi.

Lalu apa yang perlu ditakutkan dengan adanya teknologi tersebut bukankah para siswa dapat meraih apapun info pembelajaran dari sebuah aplikasi yang kini tersedia.

Seperti ruang guru dan jika kurang paham bukankah mereka dapat menonton video pembelajaran melalui akun Youtube seseorang? Khususnya dalam memahami materi bahasa Inggris

Perlu anda ketahui saat ini teknologi yang berkembang pada dunia pendidikan sangatlah berguna bagi para siswa untuk memahami sebuah materi.

Meskipun saat ini budaya literasi kalangan remaja terbilang cukup rendah tetapi mereka dapat mengakses sebuah materi tidak hanya dengan melalui sebuah bacaan ataupun buku tetapi mereka saat ini dapat mempelajari sebuah materi dalam bentuk video, saat ini sudah banyak video video edukasi dalam youtube dan aplikasi belajar Ruang guru contohnya.

Untuk contoh video yang dapat diakses oleh seluruh kalangan adalah menggunakan aplikasi YouTube, karena dengan aplikasi tersebut para siswa hanya menonton tanpa harus membayar.

Berbeda dengan aplikasi Ruang Guru yang harus membayar untuk bisa mengakses sebuah video atau materi pembelajaran bahasa Inggris. Lalu, untuk nama channel YouTube yang menurut saya Affordable adalah channel dari English with Lucy.

Merupakan sebuah channel yang sangat dibutuhkan bagi pelajar untuk belajar memahami pronounciation, grammar, dan logat 2 bahasa orang luar negeri.

Saat ini para siswa lebih menyukai adanya belajar melalui sebuah video edukasi dan mempermudah bagi para guru menyampaikan materi meskipun tidak secara langsung atau intens tetapi setidaknya sebagian Dari mereka memahami materi yang disampaikan oleh sang guru melalui sebuah video edukasi yang diberikan.

Karena menurut Alphaomegaproperty, 2020 video adalah gambar gerak yang terdapat serangkaian alur dan menampilkan pesan dari bagian sebuah gambar untuk tercapaiannya suatu pembelajaran.

Video sendiri dirancang untuk meningkatkan perkembangan belajar bagi peserta didik agar mudah mencermati sebuah materi yang diberikan.

Sedangkan tujuan pemanfaatan media video dalam pembelajaran menurut (UNNES, n.d.) adalah membantu guru untuk menyampaikan pesan pesan atau materi kepada siswanya, agar pesan lebih mudah dimengerti, lebih menarik dan lebih menyenangkan bagi siswa.(*)

 

Penulis : Mayla Isna fadia, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta