Pengaruh Gaya Hidup Mahasiswa Terhadap Pendidikan

Rabu, 20 Juli 2022 - 22:34:02


Meisya Syifana Putri
Meisya Syifana Putri /

Masa muda merupakan masa transisi dengan banyak perubahan dari pola pikir dan juga tindakan.

Pada masa ini anak muda cenderung memiliki sikap labil diikuti dengan perkembangan zaman, lingkungan, teknologi dan juga sosial yang tidak terkendali. perubahan tindakan dengan pola menyimpang biasanya rentan dilakukan pada saat usia remaja menuju dewasa.

Salah satu tindakan tersebut adalah gaya hidup hedonisme yang banyak ditemukan pada mahasiswa/mahasiswi masa kini. Hedonis ini merupakan gaya hidup dengan pandangan mencari kesenangan atau kenikmatan yang menjadi tujuan hidup mahasiswa di masa kini.

Munculnya gaya hidup hedonis ini biasanya terbentuk dari individu itu sendiri. Perilaku menyimpang ini biasanya lebih condong kepada para mahasiswa yang mulai mencari jati dirinya dan dengan mudah gaya hidup ini menjadi masukan yang menarik untuk mahasiswa.

Perilaku menyimpang ini mempengaruhi mahasiswa untuk terus mengikutinya. Peran hedonisme mahasiswa di kampus turut akan memengaruhi kehidupan sosialnya.

Gaya hidup juga dipandang sebagai prestise atau sebagai simbol yang dapat menaikkan kelas sosial seseorang.

Sehingga sering sekali untuk menaikkan gengsi seseorang rela menghabiskan uangnya hanya untuk memenuhi gaya hidup yang mengikuti tren. 

Berawal dari hedonisme di kampus yang mengarah pada kaum elite menjadi sumber lahirnya korupsi di masa depan.

Mahasiswa dengan gaya hidup ini bisa dilihat dari banyaknya waktu yang mereka habiskan di luar rumah.

Contohnya banyak aktivitas nongkrong di Kafe-kafe, membeli barang-barang yang cukup mahal, dan berlomba-lomba mengikuti tren gaya hidup terbaru seperti clubbing party yang saat ini sedang marak.

Cukup banyak hiburan malam yang terdapat di Kota Yogyakarta ini memberikan dampak perubahan dari berbagai segi kehidupan salah satunya yang berubah adalah dari segi gaya hidup mahasiswa yang kini berubah.

Klub menjadi acuan utama para mahasiswa untuk mereka bebas mengekspresikan diri mereka mulai dari berteriak, menari, menggoyangkan kepala, hal tersebut menjadi salah satu cara untuk melepaskan segala beban yang ada tanpa ada yang melarang setelah sepekan melakukan aktivitas di lingkungan kampus.

Banyak dampak buruk dari gaya hidup ini untuk mahasiswa. Dampaknya terlihat jelas saat mahasiswa mulai menunda tugas dengan beralasan lupa, namun kenyataannya mahasiswa tersebut hanya malas untuk mngerjakannya.

Banyak aktivitas yang mereka lakukan di luar dengan tujuan mencari kesenangan dibanding mengerjakan tugas kampus.

Adapun mahasiswa yang sering mengerjakan tugas dengan sistem kebut semalam yang terus menerus mereka lakukan berakibat kurang maksimalnya dalam pengerjaannya.

Hal tersebut membuat IPK turun atau anjlok adalah dampak yang mahasiswa rasakan karena terlalu mengutamakan kesenangan sementara tersebut.

Hedon adalah pilihan dari setiap individu, namun alangkah baiknya jika mahasiswa pada masa kini terjauh akan hal tersebut. mengapa? Karena gaya hidup ini banyak menimbulkan kesenjangan sosial.

Contohnya, yang kaya akan berteman dengan yang setara dengan-nya dan yang ekonominya menengah ke bawah akan tersingkir. Untuk menghindari hal tersebut adalah dengan membuat skala prioritas agar kita mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan mulai dari kebutuhan pokok dan darurat.

Dan juga kita harus pintar untuk memilih teman, hidup dengan hemat, dan juga kuatkan iman agar tidak ikut terjerumus ke dalam gaya hidup tersebut. Bijaklah dalam menjalani hidup, jalani dengan hal-hal yang lebih positif dan juga bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. (*)

 

Penulis : Meisya Syifana Putri, mahasiwa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.