PPK Ormawa BEM FKIP Berdayakan UMKM Desa Prima

Jumat, 03 Juli 2026 - 23:14:59


/

Radarjambi.co.id-Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknolgi (Kemendikbud Ristek) memiliki sebuah program strategis bernama PPK Ormawa singkatan dari Penguatan Program Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan.

Program ini resmi diluncurkan pada tahun 2021 sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), lahir dari satu keyakinan sederhana: bahwa mahasiswa bukan hanya perlu belajar di dalam kelas, tetapi juga harus hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui PPK Ormawa, pemerintah memberikan pendanaan langsung kepada organisasi mahasiswa di perguruan tinggi seperti BEM, Himpunan Mahasiswa Jurusan, atau UMKM untuk merancang dan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di desa.

Program ini bukan sekedar kegiatan sosial biasa. Ada target, ada indikator keberhasilan, dan yang paling penting ada keberlanjutan. Artinya, manfaat yang ditinggalkan harus terus terasa meski mahasiswa sudah kembali ke kampus.

 Di dalam ekosistem PPK Ormawa, terdapat skema yang disebut Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO). PPKO adalah wujud konkret dari program ini dilapangan: organisasi mahasiswa, dengan bimbingan perguruan tinggi dan dukungan dana pemerintah, terjun langsung ke masyarakat untuk melaksanakan kegiatan pemberdayaan yang terstruktur, terukur, dan keberlanjutan.

Dalam skema ini, mahasiswa tidak hadir sebagai pemberi bantuan, melainkan sebagai mitra dan pendamping, mendengar, memahami kebutuhan masyarakat, lalu bersama-sama merancang solusi yang relevan dan aplikatif.

 Setiap tahunnya, ratusan organisasi mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesai bersaing mengajukan proposal terbaik mereka.

Organisasi yang terpilih akan mendapatkan dana hibah untuk terjun langsung ke desa mitra selama beberapa bulan mendampingi, melatih, dan membangun bersama masyarakat.

 Dalam skema PPKO, terdapat berbagai bidang PPKO yang biasa dipilih oleh organisasi mahasiswa, mulai dari kesehatan, lingkungan, pendidikan, hingga kewirausahaan. Pada tahun ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogtakarta berhasil lolos seleksi dan mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan program ini.

UAD sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Yogyakarta yang dikenal komitmennya terhadap nilai-nilai pendidikan keislaman, dan pengabdian masyarakat, mendorong mahasiswanya unntuk tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga peka terhadap realitas sosial di sekitarnya, semangat itulah yang BEM FKIP UAD bawa ke lapangan. 

Tim BEM FKIP UAD memilih untuk fokus pada PPKO Kewirausahaan dan pilihan ini bukan tanpa alasan. PPKO Kewirausahaan adalah program pemberdayaan yang berfokus pada pengembangan kemampuan dan mentalitas wirausaha masyarakat sasaran.

Kegiatannya mencakup pelatihan pengelolaan usaha, startegi pemasaran, literasi keuangan sederhana, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis.

Tujuan akhirnya bukan hanya agar masyarakat bisa berjualan, tetapi agar mereka mampu mengelola, mengembangkan, dan mempertahankan usahanya secara mandiri dalam jangka panjang. 

Jawabnnya ditemukan ketika tim pertama kali menginjakkan kaki di Desa Pengkol. Disana tersimpan potensi yang luar biasa perempuan-perempuan tangguh yang setiap hari mengolah singkong menjadi berbagai produk makanan.

Mereka punya keterampilan, punya bahan baku, dan punya semangat. Namun salah satu hal yang belum mereka miliki secara optimal adalah akses dan pengetahuan untuk memasarkan produk mereka lebih luas. Disinilah kewirausahaan khususnya kewirausahaan digital menjadi jawaban yang paling relevan dan mendesak.  

 Salah satu desa yang berhasil mendapatkan perhatian dan pendampingan melalui skema PPKO ini adalah Desa Pengkol, kecamatan Nlipar, kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Desa ini dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program melalui pendekatan yang dikenal dengan nama Desa Prima. 

 Desa Prima adalah singkatan dari Desa Perempuan Indonesia Maju Mandiri. Program ini merupakan inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di pedesaan sebagai ujung tombak penggerak ekonomi lokal.

Filosofi dasarnya sederhana namun kuat: jika perempuan di desa berdaya, maka seluruh keluarga dan komunitas di sekitatrnya ikut terangkat. 

 Keberadaan Desa Prima menjadikan Desa Pengkol sebagai lokasi yang tepat untuk pendampingan, karena disini sudah ada potensi yang nyata dan hanya butuh dorongan, ilmu, dan akses yang lebih luas agar potensi itu bisa berkembang menjadi usha yang benar-benar menghasilkan. 

 PPK Ormawa menjadi wujud nyata sinergi antara pemrintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong pemberdayaan desa yang berkelanjutan.

Melaui pendampingan di Desa Prima, BEM FKIP Universitas Ahmad Dahlan tidak hanya membantu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM perempuan melaui penguatan kewirausahaan digital, tetapi juga mendorong lahirnya kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Dengan bekal keterampilan, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital, diharapkan UMKM Desa Pengkol mampu berkembang, memperluas pasar, serta memberikan dampak positif kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)