Radarjambi.co.id-Potensi singkong yang cukup melimpah di Kalurahan Pengkol, Nglipar, Gunungkidul menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk pangan lokal.
Melihat potensi tersebut, PPKO BEM FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan pembuatan stik singkong bersama pelaku UMKM Desa Prima Pengkol.
Rilis yang diterima radarjambi.co.id pada Selasa (15/09) menyebutkan kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pendampingan dan pemberdayaan UMKM melalui pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Singkong yang selama ini banyak dihasilkan oleh masyarakat diolah menjadi camilan dengan bentuk dan olahan yang lebih beragam.
Dalam kegiatan tersebut, peserta terlibat langsung dalam proses pembuatan stik singkong. Mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, membentuk stik, hingga menggoreng dilakukan bersama dengan pendampingan dari mahasiswa PPKO BEM FKIP UAD.
Suasana kegiatan berlangsung cukup aktif. Peserta tidak hanya mengikuti tahapan pembuatan, tetapi juga berdiskusi mengenai rasa, tekstur, serta kemungkinan pengembangan produk agar dapat diterima oleh konsumen.
Bagi pelaku UMKM, kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam mengolah singkong menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Keterampilan tersebut dapat menjadi salah satu bekal untuk menambah variasi produk yang nantinya dapat dikembangkan dan dipasarkan.
Pengolahan singkong menjadi stik juga membuka peluang bagi masyarakat untuk tidak hanya menjual singkong sebagai bahan mentah.
Dengan adanya proses pengolahan, bahan lokal tersebut dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sekaligus menjadi produk camilan yang memiliki daya tarik tersendiri.
Selain keterampilan dalam proses produksi, peserta juga memperoleh gambaran mengenai pentingnya inovasi dalam menjalankan usaha.
Produk yang sederhana tetap dapat dikembangkan melalui variasi rasa, bentuk, kemasan, maupun cara pemasaran yang menarik.
Ketersediaan singkong di wilayah Pengkol menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan produk ini. Bahan baku yang mudah ditemukan dapat mendukung keberlanjutan produksi apabila stik singkong nantinya dikembangkan sebagai salah satu produk UMKM Desa Prima Pengkol.
Bagi mahasiswa PPKO BEM FKIP UAD, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat.
Mahasiswa dapat berinteraksi dengan pelaku UMKM sekaligus memahami potensi dan kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis pangan lokal.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses pembuatan saja. Peserta dapat mencoba mengembangkan kembali produk yang telah dipelajari dengan menyesuaikan kualitas, kemasan, dan pemasaran sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Melalui kegiatan pembuatan stik singkong, PPKO BEM FKIP UAD bersama masyarakat Pengkol berupaya memanfaatkan potensi lokal menjadi peluang usaha yang lebih berkembang.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi serta meningkatkan nilai jual produk pangan lokal.
Pengolahan singkong menjadi stik menunjukkan bahwa bahan sederhana yang ada di sekitar masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki peluang ekonomi.
Dengan keterampilan, kreativitas, dan pendampingan yang berkelanjutan, potensi singkong di Pengkol dapat terus dikembangkan untuk mendukung kemajuan UMKM Desa Prima.(*)
Ketika 1.000 HPK Belum Tuntas Menurunkan Stunting, Negara Justru Meluncurkan MBG
PPK Ormawa BEM FKIP Bantu UMKM Pengkol Promosi Lewat Foto dan Video
Latihan Kepemimpinan PPKO BEM FKIP UAD Perkuat Kekompakan Tim
Mahasiswa UAD Dampingi UMKM Pengkol Kembangkan Olahan Stik Singkong