Puluhan Pohon Akan Dipangkas Pasca Hujan Lebat dan Angin Kencang

Minggu, 31 Maret 2019 - 21:20:04


Salah satu pohon besar di salah satu kawasan di Kota Jambi
Salah satu pohon besar di salah satu kawasan di Kota Jambi /

 

Radarjambi.co.id - JAMBI - Hujan lebat dan angin kencang yang kerap melanda Kota Jambi akhir akhir ini membuat kekhawatiran sendiri bagi masyarakat terutama yang bertempat tinggal dekat dengan pohon tinggi dan lebat. Sehingga banyak permintaan masyarakat yang meminta agar Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi melakukan pemangkasan pohon.

Disampaikan oleh Ardi, Kepala DLH Kota Jambi bahwa sudah ada jadwal pemotongan pohon yang akan dilaksanakan hingga pertengahan April mendatang. Sebab banyak permintaan yang masuk agar DLH melakukan pemotongan pohon.

"Kami banyak mendapatkan permintaan dari warga untuk memangkas pohon. Terutama pohon yang sudah sangat rindang,berusia tua dan berada dipinggir jalan,"ujarnya.

Dikatakannya bahwa warga meminta DLH memotong atau hanya sekedar memangkas beberapa pohon yang dikhawatirkan bisa tumbang saat hujan dan angin kencang.

"Apalagi sekarangkan sering turun hujan dan angin puting beliung,"terangnya.

Dikatakan Ardi bahwa sudah ada sekitar 20an pohon yang akan dipangkas. Pohon tersebut tersebar di beberapa kawasan di Kota Jambi. Sebagian besar merupakan pohon yang sudah tua, tinggi dan rimbun.

"Kita bahkan sudah ada jadwalnya. Berurutan full setiap hari tim kita turun untuk melakukan pemangkasan pohon. Jadwalnya full sampai pertengahan April. Jadi kita kejar untuk melakukan pemangkasan terutama saat musim hujan kali ini,"bebernya.

Ardi mengatakan dalam satu hari, timnya bisa melakukan pemotongan di satu atau dua lokasi. Namun ada juga yang satu pohon yang membutuhkan waktu pemotongan hingga dua hari. Ini tergantung dari ukuran dan lokasi pohon.

"Tergantung pohonnya. Ada satu pohon itu sampai dua hari kita membutuhkan waktu untuk potong. Namun ada juga yang dalam satu hati dua pohon yang bisa kita pangkas,"terangnya.

 

 

Reporter : Musriah

Editor     : Ansori