Moral Pemuda Cerminan Kualitas Pendidikan Bangsa

Rabu, 20 Juli 2022 - 22:21:12


Febryna Valentine
Febryna Valentine /

Tentu kita ketahui bahwa masa muda adalah masa yang berapi-api, masa-masa gejolak jiwa membara, masaseseorang mencari jati diri. Bahkan Bang Haji Rhoma Irama menggambarkan pada karya lagunya “ darah muda, darahnya para remaja. Yang selalu ingin menang dan tak mau mengalah”.

Maka tidak diragukan lagi bahwa pemuda merupakan jiwa yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia untuk membawa negara ini menjadi lebih baik.

“Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Dan beri aku sepuluh orang pemuda niscaya akan kugoncangkan dunia.” Begitulah kira-kira yang diucapkan oleh orang nomor satu Indonesia,yaitu Ir. Soekarno.

Serta gambaran bahwa potensi dan harapan yang besar tertuju pada barisan para pemuda. Harapan yang selalu diutarakan oleh pendahulu-pendahulu dan pejuang bangsa.

Tentu untuk menjadi pemuda harapan bangsa yang mampu menjunjung tinggi bangsanya dan mengharumkannya butuh pendidikan yang berkualitas.

Pendidikan yang berkualitas itu dapat berasal dari berbagai pihak; keluarga, masyarakat, serta suatu lembaga pendidikan. Pendidikan meliputi banyak sisi; norma, moral dll.

Namun apakah pendidikan itu? Beberapa ahli menuturkan sebagai berikut:

  • Menurut Ki Hadjar Dewantara

Pendidikan merupakan proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

  • Menurut Imam Al-Ghazali

Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia sejak masa kejadiannya sampai akhir hayat dengan tujuan pendekatan diri kepada Allah sehingga menjadi manusia sempurna.

Dari pengertian para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Terutama bagi para pemuda penerus bangsa.

Namun selama ini apakah kualitas pendidikan bagi para pemuda penerus bangsa sudah mencapai kualitas yang layak atau dalam standar yang baik? Dan bagaimanakah cara kita mengukur kualitas pendidikan yang ada?

Maka salah satu caranya adalah dengan melihat moral pemudanya. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya pendidikan moral merupakan salah satu kunci seseorang dapat berinteraksi dengan sekitar.

Moral adalah suatu keyakinan tentang  benar salah, baik dan buruk, yang sesuai dengan kesepakatan sosial yang mendasari tindakan atas pemikiran.

Maka dari itu dalam ajaran agama Islam pendidikan moral diutamakan dibandingkan ilmu yang lain bahkan menjadi pendidikan pertama bagi anak dalam keluarga. Maka tidak diragukan apabila moral sutu pemuda bangsa telah hancur maka kualitas pendidikannya sangatlah kurang.

Beberapa penelitian mengatakan bahwa terjadi degradasi ataupun penurunan moral terjadi di Indonesia, dan kemungkinan akan terus bertambah:

  • Penelitian yang dilakukan oleh Reckitt Benckiser Indonesia lewat merek alat kontrasepsi Durex terhadap 500 remaja di lima kota besar di Indonesia menemukan, 33 persen remaja pernah melakukan hubungan seks penetrasi. Dari hasiltersebut, 58 persennyamelakukanpenetrasi di usia 18 sampai 20 tahun. Selainitu, para pesertasurveiiniadalahmereka yang belummenikah (liputan6.com). Sedangkanremaja korban narkobamencapai 1,1 jutaatau 3,9 %. Data tersebutdiambil pada tahun 2008, denganmengambilsampel di 33 provinsi di Indonesia. (https://p2kk.umm.ac.id/id/pages/detail/artikel/degradasi-moral-remaja-indonesia.html)
  • Akhir tahun 2021 kemarin, masyarakatCilacapdikejutkandenganpemberitaantindakpedofilia oleh oknum guru agama terhadap 15 siswinya yang masih dibawahumur. Kemudian, membukatahun 2022, pelecehanseksualdenganpengancamanmenyebarkan video mesumterjadidengantersangkalaki-lakiberusia 20 tahunterhadapperempuanberusia 12 tahun yang termasukkategorimasih dibawahumur. (https://cilacapkab.go.id/v3/moral-pelaku-pelecehan-seksual-ciderai-generasi-bangsa/)

Penelitian diatas merupakan tanda bahwa masih kurangnya kualitas pendidikan, teruatama dalam pendidikan moral bagi para generasi penerus bangsa.

Kualitas pendidikan tidak hanya dilihat dari akademik namun moral dari hasil pendidikan itu yang sangat berpengaruh bagi para pemuda. Banyak sarjana S-1, S-2, S-3 namun berperilaku seperti halnya orang yang tidak mendapat pendidikan moral. Serta dengan pendidikan moral bagi para pemuda akan menghasilkan hal yang baik bagi bangsa dan negara kelak. (*)

Febryna Valentine, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP

Universitas Ahmad Dahlan