PMM dan Pemahaman Nusantara

Rabu, 15 Mei 2024 - 09:06:26


Mawar Ledya Serli
Mawar Ledya Serli /

Radarjambi.co.id-Pemerintah Indonesia tidak pernah luput memperhatikan arah gerak dan kemajuan pendidikan Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) berupaya menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik dari tahun ke tahun.

Pembentukan konsep, pematangan strategi, implementasi, dan evaluasi dilakukan tiada henti.

Mendikbud berupaya menciptakan masyarakat Indonesia yang cerdas dan berkualitas. Karna kemajuan suatu bangsa terletak pada kemajuan pendidikannya.

Nadiem Makarim, Mendikbud Republik Indonesia Kabinet Indonesia Maju mencanangkan program Merdeka Belajar. Merdeka Belajar menjadi salah satu program yang dibentuk sebagai terobosan baru untuk mewujudkan Indonesia maju.

Kebijakan Merdeka Belajar sendiri telah ditetapkan sejak 2019 lalu. Kebijakan tersebut tidak terlepas dari hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap bacaan sederhana atau dalam menerapkan konsep matematika dasar berada di bawah kompetensi minimum, yaitu Indonesia menempati urutan ke 63 dari 81 negara.

Merdeka Belajar mulai diterapkan di pelbagai institusi pendidikan yang sudah siap dan mampu menerapkannya baik dari jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Perguruan Tinggi (PT).

Di Perguruan tinggi sendiri kita mengenal adanya Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

MBKM dirilis sebagai langkah transformasi pendidikan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Banyak sekali program-program MBKM yang bermanfaat bagi mahasiswa mengembangkan kompetensi yang dimilikinya di luar kampus.

Beberapa program MBKM di antaranya, Magang Bersertifikat, Studi Independen Bersertifikat, Pertukaran Mahasiswa, Kampus Mengajar, Riset atau Penelitian, Proyek Kemanusiaan, Wirausaha, dan Membangun Desa.

Program Pertukaran Mahasiswa (PMM) menjadi program yang cukup banyak diminati. Pasalnya, selain mahasiswa dapat belajar lintas pulau secara gratis dan mendapat intensif tiket pesawat gratis, mahasiswa juga berkesempatan menjelajah nusantara dalam kegiatan Modul Nusantara secara gratis.

Modul Nusantara merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman secara komprehensif kaitannya dengan kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan juga kontribusi sosial berdaya untuk masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, mahasiswa dalam pendampingan dan pengawasan dosen modul nusantara yang telah terpilih dan teruji komptensinya.

Dalam kegiatan kebinekaan, mahasiswa diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti museum, rumah adat, rumah alat musik tradisional, dan masih banyak lagi.

Kegiatan kebinekaan diharapkan mampu menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan dalam diri mahasiswa dan meningkatkan semangat mencintai tanah air.

Dengan banyaknya peserta program pertukaran yang berasal dari suku, dan agama yang berbeda juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk saling menghargai satu sama lain.

Adapun kegiatan inspirasi, mahasiswa akan dibawa untuk menemui tokoh-tokoh penting seperti gubernur dan pejabat setempat, tokoh-tokoh inspiratif seperti pengelola bank sampah, tenaga pendidik anak berkebutuhan khusus, atau bahkan ahli iklim dan lain sebagainya.

Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat belajar dengan baik, melalui dialog serta praktik kegiatan.

Dalam kegiatan refleksi, mahasiswa diajak mengunjungi keindahan alam Indonesia untuk melakukan permainan dan berbagai macam keseruan untuk menyegarkan pikiran sekaligus menadaburi kekayaan alam Indonesia.

Kontribusi sosial sendiri tidak kalah penting, mahasiswa diwajibkan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dalam rangka membangun desa dan menyejahterakan masyarakat.

Dari kegiatan kontribusi sosial, mahasiswa berupaya untuk berdampak bagi sekitar dan bagi dirinya sendiri.(*)

 

 

 

Penulis : Mawar Ledya Serli
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UAD