Kisah Unik Dibalik Malam Tausyiah Ustadz Abdul Somad

Jumat, 02 Maret 2018 - 08:55:05


Ustads Abdul Somad Lc MA sedang berdakwah di masjid As Sultho, Kabupaten Sarolangun pada Kamis 1 Maret 2018 dimulai sejak pukul 20.30 hingga pukul 22.15 WIB
Ustads Abdul Somad Lc MA sedang berdakwah di masjid As Sultho, Kabupaten Sarolangun pada Kamis 1 Maret 2018 dimulai sejak pukul 20.30 hingga pukul 22.15 WIB /

RADARJAMBI.CO.ID, SAROLANGUN – Dibalik tausyiah ustadz Abdul Somad Lc MA (UAS) di masjid As Sulthon, Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun pada Kamis (1/3), malam, ternyata memunculkan kisah dan cerita yang unik.

Diantara cerita unik tersebut, PLN cabang Sarolangun menggagalkan pemadaman listrik bergilir untuk wilayah Kelurahan Aur Gading, Bernai dan Sungai Abang. Padahal PLN sudah menjadwalkan pemadaman bergilir pada 1 Maret 2018 untuk wilayah itu.

Selain itu, detik-detik kedatangan UAS di masjid As Sulthon, tiba-tiba muncul kilat yang disertai dengan bunyian petir, sehingga para jamaah sempat menjerit dan suasana saat itu pun, sedikit berubah menjadi histeris.

Bukan itu saja, pada saat UAS mulai bertausyiah, hujan mengguyur di wilayah Kelurahan Aur Gading dan sekitarnya, namun para jamaah kebingungan mencari tempat berteduh, lantaran jamaah di dalam masjid As Sulthon membludak dan terbatasnya jamaah masuk ke dalam. Hal ini, menguntungkan para pedagang yang berjejer di pinggir masjid, karena jamaah menumpuk di sana, mau tak mau terpaksa makan dan minum.

Sisi lain, juga terpantau oleh Radarjambi.co.id, jika kebanyakan pejabat selevel Forkompimda, Kadis, Kaban, Sekdin, Kabag, Kabid yang tertahan di luar masjid, dan tidak bisa menonton UAS, karena over kapasitasnya ruang masjid, ini termasuk padatnya jamaah yang duduk dan tegak di teras masjid.

Menariknya lagi, seusai tausyiah UAS, rupanya kindisi cuaca masih tidak bersahabat, hujan pun tiada reda, malah semakin lebat, sepertinya para jamaah berdesakan di tangga masjid, karena sibuk mencari sepatu dan sandal, malah banyak yang tidak menemukan sandal dan sepatu, sehingga terpaksa tidak menggunakan sandal dan sepatu meninggalakan masjid As Sulthon.

Pengamanan terhadap ustadz kondang asal Provinsi Riau itu sangat ketat oleh polisi, TNI dan Sat POl PP, para jamaah tidak di berikan kesempatan untuk bersilfie dengan UAS.

Sisi lain juga terpantau, jika suasana jalan masuk dan keluar masjid dari jalan lintas sangat padat, hanya saja tidak menimbulkan kemacetan yang signifikan. Hal tersebut juga terjadi di jalan lintas sumatera, karena Sat Lantas Polres Sarolangun dan Dishub sangat produktif mengatur arus lalu lintas, kendati dalam suasan hujan lebat.   

 

PENULIS : CHARLES RANGKUTI