Literasi di SMP Negeri 2 Jepara

Minggu, 10 Juli 2022 - 20:18:54


 Nadya Yasmine Dita Pratiwi
Nadya Yasmine Dita Pratiwi /

Dilansir dari laman Kemdikbud, literasi merupakan kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis.

Namun, lebih dari itu, makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya ‘kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan, video, dan gambar)’.

Terutama dalam percepatan akses jaringan internet saat ini, menjadikan kemampuan literasi menjadi sangat penting, terlebih bagi peserta didik dan generasi muda.

 UNESCO menyebutkan bahwa Indonesia berada pada urutan kedua dari bawah mengenai literasi dunia, artinya minat baca penduduk di Indonesia sangat rendah.

Berdasarkan data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1.000 penduduk di Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca.

Sering kali terjadi perdebatan tentang minat baca masyarakat Indonesia, yaitu perdebatan memang masyarakat Indonesia malas membaca buku, dan ada yang berpendapat bahwa harga buku mahal, akses terhadap buku masih minim dan tidak merata (khususnya terpusat di Jawa).

Rendahnya minat baca dipengaruhi juga oleh faktor ini, yaitu kurangnya lingkungan untuk membaca dan berdiskusi.

Membaca sendiri merupakan keterampilan dasar yang penting untuk dibangun. Sedangkan literasi dapat memengaruhi hidup kita dan memutus siklus sosial yang berada di sekitar kita.

Tidak semua anak terlahir mampu, anak yang terlahir hidup di bawah kemiskinan masih banyak. Oleh karena itu, sekolah dan perpustakaan harus menjadi sumber cahaya di bukit tertinggi, di mana kemajuan akan tertuntun dan terlihat.

Tentunya di sekolah-sekolah yang menyediakan fasilitas perpustakaan itu sangat berguna dalam menunjang kegiatan literasi. Buku-buku yang beraneka ragam dan jenis bisa menjadi daya tarik agar siswa tertarik untuk membaca buku.

Perpustakaan harus dibuat senyaman mungkin agar siswa semakin betah berlama-lama di dalam perpustakaan.

Namun, meskipun sekolah telah memfasilitasi segala kemudahan agar siswa mau membaca, tidak menutup kemungkinan, siswa tetap tidak mau melakukan kegiatan literasi secara mandiri.

Maka dari itu, SMP Negeri 2 Jepara mewajibkan siswanya untuk melakukan kegiatan literasi di kelas masing-masing, dengan membaca buku apapun, boleh buku pelajaran, buku dengan tema pengetahuan, buku cerita, dan lain-lain.

Saat pertama kali diberitahukan akan diadakan program ini, para siswa ada yang semangat, ada juga yang malas, karena pada dasarnya anak-anak itu tidak suka membaca buku.

SMP Negeri 2 Jepara melaksanakan literasi 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai. Tim program literasi membuat kartu kehadiran literasi, beserta kolom judul buku yang dibaca, dan tanda tangan Bapak atau Ibu guru yang mengawasi.

Adapun rincian kegiatan program literasi ini, hari Senin literasi dilaksanakan setelah upacara, sedangkan hari Selasa, Rabu, dan Kamis dilaksanakan jam ke-1, setiap hari Kamis dan Jumat dilaksanakan literasi agama dan Jumat bersih.

Lalu jika hari Senin tidak ada upacara, maka literasi dan jam pelajaran di majukan. Siswa SMP Negeri 2 Jepara patuh dengan program itu.

Mereka kebanyakan membawa buku dari rumah, ada yang meminjam di perpustakaan terlebih dahulu, ada pula yang meminjam kepada teman di kelas yang membawa buku lebih dari 2.

Kelas terasa lebih kondusif dengan program literasi ini, meskipun banyak juga siswa yang hanya membaca sekilas, dan hanya membolak-balik halaman, tetapi setidaknya mereka mau untuk membuka buku, dan melihat isi buku tersebut.

Pelaksanaan program kegiatan literasi di SMP Negeri 2 Jepara belum berlangsung optimal.

Hal ini ditandai dengan beberapa temuan masalah seperti masih adanya pro dan kontra. Pihak yang kontra berpendapat bahwa dengan meluangkan waktu 15 menit sebelum pelajaran dimulai, berakibat pada molornya waktu pembelajaran jam pertama.

Dan untuk pihak yang pro, mereka mendukung program literasi ini karena dapat menumbuhkan budi pekerti dan meningkatkan wawasan siswa.

Kebijakan dari SMP Negeri 2 Jepara ini sangatlah bagus, literasi di sekolah sangat diperlukan.

Karena dengan terbiasa membaca, kita dapat mengembangkan pengetahuan, menemukan solusi dari berbagai permasalahan.

Jika kita membiasakan berliterasi, dan anak-anak Indonesia memiliki minat berliterasi yang tinggi, kita mungkin memiliki kesempatan untuk membuat hidup menjadi lebih baik. Literasi dapat membuat perubahan besar di Indonesia. (*)

 

Penulis : Nadya Yasmine Dita Pratiwi, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Ahmad Dahlan,Yogyakarta.