Sediakan Waktu, Sediakan Buku

Jumat, 31 Maret 2023 - 15:55:29


/
Radarjambi.co.id-Jella Lepman pada tahun 1996 menetapkan tanggal 2 April sebagai International Children’s Book Day (ICBD) atau Hari Buku Anak Internasional. Jella Lepman merupakan pendiri International Board on Books for Young People (IBBY).
 
Sebuah organisasi nirlaba yang berstatus resmi di UNESCO dan UNICEF. Lembaga yang didirikan di Zurich, Swiss pada tahun 1953 ini sudah memiliki cabang di 80 negara.
 
IBBY berkomitmen mempromosikan pentingnya melek huruf dan membaca bagi anak-anak. 
 
Setiap tahun IBBY memberi kesempatan kepada negara anggota untuk menjadi penyelenggara International Children’s Book Day. Negara tuan rumah berhak memilih tema, mengundang penulis dan ilustrator kondang untuk membuat pesan dan merancang poster guna dikirimkan ke anak-anak di seluruh dunia. Pada tahun 2023 ini, Yunani menjadi tuan rumah International Children’s Book Day.
 
Vagelis Iliopoulos sebagai penulis dan Photini Stephanidi sebagai illustrator membuat pesan yang dikirimkan ke seluruh anak di dunia.
Tema yang diangkat adalah I am a book, read me. Sementara pesan yang ingin disampaikan adalah nilai-nilai kesetaraan, keragaman, inklusi, saling pengertian dan toleransi.
 
Pemilihan tanggal 2 April sebagai perayaan ICBD merujuk pada tanggal kelahiran Hans Christian Andersen, seorang sastrawan Denmark. Lahir dari pasangan Hans dan Anne Marie di Odense, Denmark pada tanggal 2 April 1805. Hans Christian Andersen merupakan penulis dongeng anak terkenal.
 
Diantaranya adalah The Ugly Duckling, The Little Mermaid, The Emperor’s New Clothes, Tiny Claus and Big Claus, dan The Travelling Companion. Dongeng Hans Christian Andersen tetap mendapat perhatian besar selama 150 tahun setelah kematiannya.
 
Ia berusia 70 tahun ketika meninggal pada tanggal 4 Agustus 1875. 
Jauh sebelum Hans Christian Andersen menuliskan dongeng-dongengnya, Dongeng sudah tersebar luas sejak masyarakat praaksara.
 
Beberapa dongeng memiliki akar prasejarah sebagaimana dalam lukisan, gambar, dan sketsa yang terdapat di dinding gua. Dari dinding gua inilah dongeng mulai berkembang. Para peneliti di universitas Durham dan Lisbon menemukan bahwa dongeng Beauty and the Beast telah berusia 4000 tahun.
 
Antropolog Universitas Durham, Dr Jamie Tehrani menemukan bahwa dongeng Jack dan Pohon Kacang berusia lebih dari 5000 tahun. Dongeng Jack dan Pohon Kacang ini dapat ditelusuri melalui bahasa Indo-Eropa Timur dan Barat.
 
Sementara dongeng yang tercatat lebih tua dari dua dongeng sebelumnya adalah dongeng berjudul The Smith And The Devil. Sebuah dongeng tentang pandai besi yang menjual jiwanya kepada Iblis untuk mendapatkan kemampuan supranatural.
 
Dongeng ini berasal dari Zaman Perunggu dan telah berusia lebih dari 6000 tahun. 
Pada tahun 2020, kisaran 50% anak-anak di seluruh dunia terpaksa tinggal di rumah karena pandemi.
 
Pada tahun ini Inggris menerbitkan 10.000-an judul buku anak, sehingga anak memiliki kesempatan membaca lebih banyak.
 
Hasil survei dari pemerintah Inggris terhadap lebih dari 17.000 anak menunjukkan korelasi, bahwa anak usia 10 hingga 16 tahun telah membaca buku lebih dari satu kali setiap minggu secara teratur. Apabila anak membaca 2 buku dalam satu minggu, berarti anak tersebut telah membaca 104 buku dalam setahun.
 
Pada masa pandemi, lebih dari 50 organisasi kemanusiaan berkolaborasi untuk menulis buku dengan alur cerita yang dapat membantu anak-anak belajar cara menghadapi pandemi.
 
Salah satu judul bukunya adalah My Hero Is You. Anak-anak dilatih bagaimana melindungi diri, keluarga, komunitas, dan kawan-kawannya dari virus Corona.
 
Pada masa sekarang anak-anak hidup di era digital dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ponsel, tablet, dan televisi adalah hal paling umum yang menyita banyak waktu dan pikiran anak-anak.
 
Gawai dapat menjadi hiburan sekaligus menjadikan anak kurang fokus, merasa cemas, malas belajar, dan malas bergerak.
 
Ada sebuah aktivitas yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam upaya membantu anak mengurangi kecanduan gawai. Aktivitas ini bernama D.E.A.R – Drop Everything and Read. Orang tua hanya perlu menyediakan dua hal, yakni menyediakan waktu dan menyediakan buku.
 
Menyediakan waktu berarti bersedia membersamai anak membaca sepenuh waktu. Anak yang sedang membaca pada dasarnya sedang menambah kosa kata, melatih pemahaman tata bahasa, memperkaya pengetahuan tentang dunia, memperkuat otot mental, meningkatkan daya analitis, mengaktifkan imajinasi, meningkatkan memori, mengatur emosi, dan menumbuhkan rasa percaya diri. 
 
Sementara yang dimaksud dengan menyediakan buku berarti mendorong anak memperoleh hak menjadi pembaca. UNESCO menetapkan standar bahwa satu orang perlu mengakses 3 judul buku setiap tahun.
 
Sementara di Eropa setiap orang rata-rata sudah mengakses 15 judul buku tiap tahun. Oleh sebab itu, orang tua perlu memberikan akses tambahan buku yang disukai dengan standar sastra dan seni ilustrasi berkualitas tinggi.
 
Buku anak berkualitas tinggi biasanya penuh dengan pendidikan moral, harapan, kebaikan, keberanian, kepahlawanan dan kebijaksanaan. 
 
Barbara Bush pernah menyatakan bahwa the home is the child’s first school, the parent is the child’s first teacher, and reading is the child’s first subject.
 
Dengan demikian, orang tua yang semakin sering meluangkan waktu di rumah untuk membaca bersama anak, semakin banyak anak yang membaca buku, maka anak semakin banyak bertemu dengan ide baru, karakter baru, dan budaya baru.
 
Harapannya semakin banyak anak yang tumbuh mandiri, memiliki empati, mempunyai
pikiran terbuka, kreatif, penuh pengertian, penuh kasih sayang dan cinta. (*)
 
 
 
Penulis : Wachid E. Purwanto
Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UAD