92 Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Terima DP3AP2 Jambi

Rabu, 11 September 2019 - 22:27:14


Ilustrasi
Ilustrasi /

radarjambi.co.id-JAMBI-Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi mencatat 92 kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi.

Itu terhitung dari Januari sampai dengan September 2019 yang paling parah, 5 kasus diantaranya itu pencabulan terhadap anak yang dilakukan oleh Ayah kandungnya sendiri.

"92 kasus yang ditangani UPTD, anak 51 kasus dan 37 kasus perempuan, 4 orang laki-laki, paling banyak terjadi di Muaro Jambi dan kota Jambi," ungkap Kepala DP3AP2 Provinsi Jambi Dra Luthpiah,Rabu (11/9/2019).

Makanya, Luthpiah meminta semua pihak terkait dan pemerintah kabupaten kota agar berkomitmen dalam menekan angka kekerasan dan pelecehan seksual di Provinsi Jambi. Sehingga pelayanan dan penanggan kasus dapat di fokuskan.

"5 kasus menjadi perhatian yang sangat serius yang seharusnya anak itu dilindungi dan paling penting adalah dimulai dari pendidikan agama dan sosial," terangnya.

Menurut Luthpiah, berdasarkan penelitian faktor yang sangat fatal yaitu terpaparnya pornografi yang bahayanya lebih dari narkoba.

Selain itu, pola asuh terhadap anak yang salah juga berpengaruh. Seperti misalnya, ketika anak menangis itu malah diberikan Handphone.

"Parah dan rata rata korban diajak nonton porno dulu, makanya ini peran kita bersama termasuk media untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan bijaklah dalam menggunakan smartphone," jelasnya.

Luthpiah melanjutkan, modus kejahatan juga bermacam macam cara dilakukan. Mulai dari diiming-imingi akan diberikan uang sampai dengan diancam.
Terakhir kasus ayah kandung mencabuli anak yang terjadi di kabupaten Bungo.

"Miris rasanya, karena mungkin ketahanan keluarga di tengah masyarakat sudah mulai bergeser dan pengaruh teknologi yang sudah tidak bisa dibendung lagi, tetapi kita juga harus bisa mengontrol," tegasnya.

Keterlibatan Menkum HAM, Ombudsman, Stacholder terkait dan masyarakat serta lembaga adat harus ikut berperan aktif." Peran orang tua sangat penting dalam keluarga terhadap anak benar benar harus diawasi," pungkasnya.(har)

 

 

Editor   ;     Ansory  S