Siapkan Generasi Melek Literasi

Selasa, 16 Agustus 2022 - 10:34:00


Santi Sartika
Santi Sartika /

Kemampuan literasi digital pada anak perlu ditingkatkan. Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 disebutkan bahwa Indonesia masih berada dalam kategori sedang dengan angka 3.49 dari 5,00 (KR, 20/7).

Sementara pada skor Programme for International Student Assessment (PISA) atau Program Penilaian Pelajar Internasionalpada tahun 2018 Indonesia menempati peringkat ke 74 dari 79 negara,proses penilaian salah satunya terkait kemampuan membaca. Rendahnya kemampuan literasi perlu segera ditangani.

Untuk meminimalisir permasalahan tersebut Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristekdikti) memberikan pendanaan pada Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK-Ormawa).

Salah satu kegiatannya merintis desa cerdas dengan membangun 5 pojok literasi dan perpustakaan keliling di tingkat desa. Organisasi Kemahasiswaan yang lolos program tersebut menjadi penggerak literasi di penjuru negeri.

Giatkan Literasi

Istilah literasi sudah tidak asing lagi untuk masyrakatIndonesia. Akan tetapi, banyak yang belum mengetahui arti pentingnya literasi bagi kehidupan sehari-hari.

Rendahnya minat literasi anak saat ini menjadi urgensi yang harus segara teratasi. Masalah yang kerap dihadapi dalam pengembangan literasi seperti kurangnya fasilitas litersi berupa buku, tempat yangnyaman untuk melakukan literasi, tidak tersedianya kurikulum, penataan adminitrasi di perpustakaan yang tidak terstruktur, kurangnya kesadaraan masyarakat dalam memilih informasi, kurangnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gawai pada anak, dan pengembangan media sosial terkait literasi.

Literasi sebagai aspek penting untuk mewujudkan sumber daya manusia yang kritis. Adapun jenis literasi tersebut adalah literasi baca tulis, literasi numerisasi, literasi sains, literasi budaya dan kewarganegaraan, literasi digital, dan literasi finansial.

Mengingat pentingnya literasi dalam kehidupan bermasyarakat, maka dengan digalakkannya Gerakan Literasi Nasional (GLN) dapat mewujudkan generasi melek literasi.

Hal tersebut dapat dicapai dengan mewadahi pengembangan literasiberbasis pedesaan. Pemerintah desa bersama masyarakat khususnya para pemuda menginisiasi pojok literasi, perpustakaan keliling,dan pembuatan website e-book digital.Adapun kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya:

(1) literasi baca tulis dengan melakukan pelatihan membaca nyaring,

(2) literasi sains dengan melakukaneksperimen sains seperti membuat roket air, membuat tornado dalam botol, membuat pelangi dalam gelas, membuat lava lamp dan lain sebagainya

(3) literasi numerasi dengan mengadakan kegiatan belajar keliling bagi anak

(4) literasi digital dengan melakukan pelatihan pembuatan poster, videografi, fotografi dan editing bagi remaja.

(5) literasi finansial dengan melakukanpelatihan manajemen keuangan dasar.

(6) Literasi budaya dan kewarganegaraan dengan melakukan pengembangan di bidang kesenian dan kebudayaan seperti seni tari, seni musik, seni rupa, dan pentas drama.

Peran Stake Holder

Dalam hal ini dibutuhkan peranpemerintah desa, pegiat budaya,Dinas Kebudayaan, Perpustakaan Daerah, Balai Bahasa dan Perguruan Tinggi untuk bersinergi menyukseskan Gerakan Literasi Nasional.

Pemerintah desa melakukan pengkaderan pegiat literasi sebagai penggerak kegiatan. Balai Bahasa dan Perpustakaan Daerah berperan untuk mendukung bahan bacaan dan pengiriman duta bahasa untuk menggiatkan literasi dipelosok desa.

Dinas Kebudayaan dapat mengirimkan pendamping budaya untuk melakukan pelatihan kesenian. Perguruan Tinggi mengirimkan mahasiswa dalam program MBKM terkait pemberdayaan desa maupun pengadaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik literasi.

Gerakan Literasi Nasional terintegrasi bertujuan untuk meningkatkan daya tarik masyarakat akan pentingnya literasi.Besar harapan orang tua mengambil peran sebagai garda terdepan membentuk pola asuh anak terkait minat literasi.

Orang tua hendaknya melakukan pembiasaan sejak dini menerapkan kebiasaan membaca bersama setiap harinya. Dengan begitu lambat laun anak akan memiliki kebiasaan membaca bersama keluarga sehingga dapat mengurangi kecanduan gawai.

Orang tua pun mulai membiasakan anak untuk mengunjungi perpustakaan maupun pojok literasi di sekitar rumah. Seiring berjalanya waktu generasi melek literasi pun akan lahir dan berkembang sesuai tuntutan zaman. (*)

Penulis : Santi Sartika PBSI UAD peraih pendanaan PPK-Ormawa Kemendikbudristek bidang literasi